Saat ini, bencana yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh kondisi alam dan lingkungan, tetapi juga dapat dipicu oleh perilaku manusia. Di antaranya adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, baik ke saluran air, sungai, maupun tempat lainnya.
Untuk itu, Dedie Rachim mengajak GIBAS untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta menanggulangi sampah agar dapat menghasilkan peningkatan perekonomian.
Tak hanya itu, pelatihan tanggap bencana ini juga diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama atas peristiwa bencana yang terjadi di berbagai daerah.
“Beberapa daerah diluar Kota Bogor memiliki potensi bencana yang tinggi. Tentu kita harus juga mempunyai rasa empati kepada daerah-daerah lain. Sehingga kegiatan ini juga menjadi bagian dari kepedulian kita dengan membangun kesiapsiagaan, mentalitas untuk memberikan bantuan kemanusiaan turun ke lokasi bencana,” ujarnya.








