Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamat Susanto, mengatakan PWI Pusat berencana menggelar bedah buku tersebut dalam waktu dekat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi kepolisian.
Akhmad Munir mengatakan gagasan penerbitan buku tersebut juga lahir dari PWI Pusat sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi institusi kepolisian. Gagasan itu kemudian dikembangkan dan ditulis oleh Eddy Iriawan, dengan berpijak pada hasil penelitian akademiknya.
“Ide buku ini berangkat dari PWI Pusat sebagai sumbangan pemikiran kepada Polri. Kemudian ditulis dan dikembangkan oleh Dr. Eddy Iriawan. Kami berharap gagasan dalam buku ini dapat menjadi salah satu bahan pemikiran bagi Polri dan Kapolri baru dalam memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta membangun kepercayaan publik,” kata Munir.
Menurut Ketua Dewan Pengawas yang pernah menjabat Dirut Antara ini, tantangan komunikasi Polri ke depan tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana institusi mampu mendengar dan memberikan respons terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat.
“Kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui komunikasi satu arah. Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat melihat keterbukaan, respons, integritas dan kesungguhan institusi dalam menyelesaikan persoalan. Kami berharap buku ini dapat ikut memperkaya gagasan untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
PWI Pusat berharap bedah buku tersebut nantinya menjadi ruang pertukaran gagasan antara pers, akademisi, kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan mengenai strategi komunikasi Polri di tengah perubahan lanskap informasi dan semakin besarnya peran media sosial dalam membentuk persepsi publik. (*)








