“Ini butuh semangat dan konsistensi dari warga. Di samping aparat wilayah, camat, lurah, RT, dan RW yang terus mengajak warga untuk mengelola sampah dengan baik,” ucapnya.
Ia menegaskan, pengelolaan lingkungan yang baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam upaya mengantisipasi bencana di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini.
“Kalau pengelolaannya baik, kita hasilkan hal yang positif. Banjir bisa kita tangani, pupuk bisa kita hasilkan, sampah nonorganik bisa jadi kerajinan dan dijual. Tinggal tadi, butuh saling support,” ungkapnya.
Ketua RW 08, Eko Romli, menjelaskan bahwa wilayahnya dihuni sekitar 57 kepala keluarga (KK) atau 217 jiwa. Saat ini, terdapat 83 nasabah bank sampah yang dibentuk secara mandiri oleh warga.
“Memang belum maksimal, karena kita baru berjalan tiga bulan. Tentu ini juga menjadi PR kita semua bagaimana ke depan edukasi ataupun pemahaman kepada warga harus terus kita lakukan,” jelas Eko Romli.








