Sebagai pemerintah daerah, ia meyakini bahwa ilmu pengetahuan membantu memahami tantangan, pendidikan membangun kesadaran, inovasi menciptakan solusi, dan kolaborasi mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermakna.
“Kami juga menyadari bahwa masyarakat lokal merupakan mitra yang sangat penting. Pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi mereka dapat melengkapi penelitian ilmiah dan memastikan bahwa berbagai inisiatif keberlanjutan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dan di seluruh kota, kami berharap Bogor dapat memberikan lebih dari sekadar peluang. Kami berharap Bogor menjadi ruang hidup bagi perubahan yang nyata, tempat penelitian bertemu, gagasan dibagikan, kemitraan dibangun, dan ilmu pengetahuan menciptakan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Direktur SEAMEO BIOTROP, Edi Santosa mengatakan, Asia merupakan salah satu kawasan yang paling kaya secara biologis di dunia. Meskipun Asia mencakup sekitar 30 persen wilayah dunia, kawasan ini memiliki hampir 20 persen biodiversitas dunia, termasuk sejumlah hotspot biodiversitas global.
Di kawasan ini juga terdapat lebih dari 17 negara megabiodiversitas, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Namun, pada saat yang sama, ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan membuat konservasi biodiversitas menjadi salah satu prioritas regional.








