Untuk itu, pemerintah dan masyarakat menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan, dan polusi.
Tantangannya bukan hanya bagaimana kita dapat mengembangkan biodiversitas, tetapi juga bagaimana memastikan biodiversitas tetap mendukung kehidupan masyarakat dan berkembang secara berkelanjutan untuk generasi mendatang.
“Tantangan ini membutuhkan ilmu pengetahuan, pendidikan, inovasi, intervensi kebijakan, dan tentu saja kolaborasi regional yang kuat. Di sinilah SEAMEO BIOTROP memiliki peran penting,” ungkapnya.
SEAMEO BIOTROP sebagai Regional Centre di bawah SEAMEO didirikan pada 1968. Mandat utamanya adalah berkontribusi terhadap pengembangan dan pengelolaan biologi tropis secara berkelanjutan di Asia Tenggara.








