SANGA.ID. Walikota Bogor, Dedie A. Rachim memimpin apel di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Senin (31/8/2026). Apel tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, serta kepala perangkat daerah hingga lurah dan camat.
Dedie Rachim menyampaikan sejumlah hal terkait penataan Kota Bogor, mulai dari penataan jalur hijau, penataan pedagang kaki lima (PKL), penataan jalur protokol yang menjadi kewenangan Pemkot Bogor, penguatan peran park ranger, penataan perlintasan sebidang Jalan MA Salmun, hingga integrasi Alun-alun Kota Bogor dengan Stasiun Bogor.
Untuk penataan jalur hijau, Dedie Rachim menekankan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penggantian tanaman. Selain itu, ia juga meminta pemilihan pohon-pohon yang dapat menambah keindahan Kota Bogor.
Sementara itu, terkait penataan kawasan Stasiun Bogor, Pemkot Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) direncanakan akan melakukan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
“Penataan mencakup kawasan Jalan MA Salmun, Mayor Oking, Kapten Muslihat, Alun-alun, Dewi Sartika, hingga Nyi Raja Permas. Pelaksanaan proyek penataan kawasan direncanakan berjalan pada tahun 2027,” ucap Dedie Rachim.
Penataan kawasan tersebut nantinya akan mempertimbangkan integrasi perencanaan antara Pemkot Bogor, PT KAI, dan Balai Besar Teknik Perkeretaapian Jawa Barat untuk menjadikan Stasiun Bogor sebagai hub utama perkeretaapian.








