SANGA.ID. Sebanyak 160 peserta Komunitas BSI dari berbagai koordinator wilayah (Korwil) se-Jabodetabekjur menggelar touring perdana menuju kawasan Ciwidey dan Pangalengan, Bandung Selatan, Minggu (18/10/2026). Acara BSI ini, dihadiri 160 peserta dari berbagai wilayah se-Jabodetabekjur.
Diketahui, Komunitas BSI dibentuk pertama kalinya pada Tanggal 12 September 2026 yang betepatan pada saat dilakukannya pertemuan perdana di Cafe Aero Terrace, Saharjo – Jakarta Selatan, Dan Tanggal 17-18 Oktober menjadi touring perdana official BSI.
Ketum Komunitas BSI, Dhika Kamal mengatakan, dengan mengusung semangat kebersamaan, keselamatan berkendara, dan melepas penat dari rutinitas sehari-hari, touring ini menjadi momen istimewa bagi para bapak untuk menikmati perjalanan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Ratusan peserta berkumpul di Sport Centre Kota Wisata Cibubur sejak pagi sebelum memulai perjalanan menembus jalur-jalur ikonik Bandung Selatan.
Dengan jumlah peserta mencapai 160 orang, kegiatan ini menjadi salah satu touring luar kota berskala besar yang digelar komunitas tersebut secara bersamaan.
“Bagi Komunitas BSI, touring bukan sekadar konvoi sepeda motor atau mengejar destinasi,” kata Dhika kepada awak media, Minggu (18/10/2026).
Lebih dari itu, kata Dhika, kegiatan ini menjadi ruang bagi para kepala keluarga untuk mengambil jeda dari padatnya pekerjaan, tanggung jawab rumah tangga, dan rutinitas yang kerap menyita waktu.
“Jalur berliku, udara sejuk pegunungan, hamparan perkebunan teh, hingga obrolan ringan antarpeserta menjadi bagian dari perjalanan yang mengedepankan kebersamaan ketimbang kecepatan,” ujar Dhika.
Berangkat dari Cibubur, Sate Maranggi Jadi Sambutan Pertama
Perjalanan dimulai dari Sport Centre Kota Wisata Cibubur dengan semangat yang sama: menikmati perjalanan, menjaga keselamatan, dan memperkuat persaudaraan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, rombongan singgah di Pelataran Masjid Nurul Amal, Ciranjang, wilayah Cianjur, untuk menikmati sate maranggi.
Persinggahan ini menjadi salah satu momen menarik dalam touring perdana tersebut. Belum memasuki waktu makan siang, para peserta sudah disambut hidangan yang menggugah selera.
“Bagi para peserta, berhenti sejenak untuk menikmati kuliner bukan hanya soal mengisi perut. Momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan menikmati perjalanan tanpa terburu-buru,” bebernya
Suasana santai yang menjadi ciri khas Komunitas BSI pun terasa sejak pemberhentian pertama. Menikmati Kopi, Kabut, dan Keindahan Alam Ciwidey-Pangalengan Perjalanan berlanjut menuju Ciwidey. Di kawasan ini, rombongan kembali mengambil waktu istirahat untuk menikmati kopi hangat dan hidangan lokal.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan peserta untuk saling menyapa, bertukar cerita, serta mempererat hubungan antar anggotanya.








