Ringkasan Hasil Keuangan Tahun 2021 PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

JAKARTA.  Pasar semen domestik nasional tumbuh sebesar +4,3% pada tahun 2021 dengan pangsa pasar semen kantong sebesar +4,7%, dan pangsa pasar semen curah sebesar +3,2%, sedangkan penjualan semen domestik Indocement tumbuh sebesar +2,2% dengan pangsa pasar semen kantong sebesar +3,0% dan pangsa pasar semen curah sebesar -0,6%. Pangsa pasar kami untuk tahun 2021 adalah 25,4%.
 Kenaikan signifikan harga batu bara membuat kenaikan biaya produksi yang tinggi bagi seluruh pemain semen.
 Penggunaan bahan bakar alternatif ditingkatkan lagi menjadi 12,2% pada tahun 2021
 Pada Q4 2021, kami menaikkan harga jual semen kantong di sebagian besar area pasar kami yang kuat sekitar 6–8%.
 Proyek otomatisasi di pabrik dan digitalisasi untuk mendukung penjualan dan distribusi masih terus berjalan.
 Posisi Kas yang kuat sebesar Rp6,1 triliun dengan ‘zero debt’ pada 31 Desember 2021.
 Jumlah pembelian kembali saham pada Desember 2021 adalah Rp1,58 triliun. Jumlah maksimum yang akan dibeli adalah Rp3 triliun dan periode diperpanjang hingga 6 Juni 2022.

Baca Juga  Wakil Walikota Bogor Terima Kunjungan Bupati Bintan di Takesi MBR

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 18 juta ton pada tahun 2021, lebih tinggi 853 ribu ton atau +5,0% dari volume pada tahun 2020. Volume penjualan domestik untuk produk semen saja (tanpa klinker) tercatat sebesar 16,6 juta ton, lebih tinggi 352 ribu ton atau +2,2% dari volume tahun 2020. Pangsa pasar domestik Perseroan pada tahun 2021 adalah sebesar 25,4%.

Penjualan ekspor meningkat sebesar +122,0% dari 181 ribu ton menjadi 202 ribu ton pada tahun 2021 yang sebagian besar adalah produk klinker karena Kompleks Pabrik Tarjun telah beroperasi penuh. Pendapatan Neto Perseroan meningkat sebesar +4,1% menjadi Rp14.771,9 miliar dari tahun 2020 sebesar Rp14.184,3 miliar, peningkatan secara persentase lebih kecil dari peningkatan persentase dari volume penjualan (+5,0%) karena turunnya harga jual rata-rata secara keseluruhan yang terutama disebabkan oleh penjualan ekspor. Beban Pokok Pendapatan pada tahun 2021 meningkat sebesar -6,3% dari Rp9.070,8 miliar menjadi Rp9.645,6 miliar karena peningkatan volume penjualan dan tingginya biaya energi, terutama dari harga batu bara. Namun, untuk menekan biaya, Perseroan telah meningkatkan tingkat konsumsi bahan bakar alternatif dari 9,3% pada tahun 2020 menjadi 12,2% pada tahun 2021, termasuk peningkatan penggunaan batu bara low calorific value (LCV) dari 80% menjadi 88%. Akibatnya, Margin Laba Bruto berkurang menjadi 34,7% pada tahun 2021 dibandingkan tahun lalu sebesar 36,1%, namun secara jumlah meningkat dari Rp5.113,6 miliar menjadi Rp5.126,3 miliar. Margin EBITDA berkurang dari 23,1% menjadi 22,5% dengan jumlah yang lebih tinggi juga dari Rp3.278,0 miliar menjadi Rp3.323,9 miliar. Margin Laba Usaha meningkat 80bps dari 13,2% menjadi 14,0% pada tahun 2021 yang disebabkan oleh peningkatan dari Pendapatan (Beban) Operasi Lain –Neto. Pada tahun 2020, terdapat rugi penurunan nilai sebesar Rp73,5 miliar atas mesin dan peralatan, dan pada tahun 2021 keuntungan terutama berasal dari pembalikan kewajiban sewa.

Pos terkait