“RT dan RW sangat berperan sekali dalam menginformasikan vaksin. Pemkot apresiasi setinggi-tingginya peran RT dan RW yang luar biasa. Tapi perjuangan belum selesai, karena harus terus memobilisasi warga ke sentra-sentra vaksin,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menekankan tiga hal, yakni mobilitas, 3 T (Testing, Tracing, Treatment) dan vaksinasi.
“Mobilitas. Bahwa kita sudah melakukan pembatasan mobilitas berbasis kesadaran masyarakat untuk vaksin. Kita merubah dari melarang jadi mengatur agar masyarakat bisa menahan diri satu hari di rumah,” katanya.
“3T, ada pelayanan pusat isolasi, semuanya sangat layak. Satgas RT dan RW jika ada warga yang positif dan rumahnya tidak layak isolasi silahkan diantar atau minta jemput ke pusat-pusat isolasi,” katanya.
Untuk vaksinasi. Ada 18 direktur sentra vaksinasi yang dijabat kepala dinas di Kota Bogor. Mereka bertugas untuk membantu mobilitas warga yang ingin disuntik vaksin.








