Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim Pimpin Rapat Rencana PTM Terbatas

  • Whatsapp

Sanga.id. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim pimpin rapat percepatan untuk Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) di Kota Bogor. Rapat tersebut dihadiri Asisten I Setda Kota Bogor, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kapolresta Bogor Kota dan yang mewakili Dandim 0606 Kota Bogor, KCD Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama, serta para tenaga kependidikan di Kota Bogor.

Dedie mengatakan, kondisi pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Bogor, memiliki ekosistem yang cukup baik dibanding kota lain. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mematangkan dan menyiapkan teknis secara maksimal sebelum benar – benar membuka PTM Terbatas.

“Dengan percepatan vaksin, Alhamdulillah ini menjadi suatu kesempatan buat kita untuk melangkah lagi dalam persiapan PTM Terbatas ini,” beber Dedie.

Baca Juga  Tiga Kafe Di Kota Bogor Didenda Satgas Covid 19

Urusan mengawasi siswa saat PTM Terbatas dimulai, sambung Dedie, harus dilakukan secara sungguh – sungguh dan berkolaborasi. Bagaimana mobilisasi para siswa harus diatur skenarionya. Mulai dari naik angkutan umum, berjalan di kawasan sekolah, hingga jajanan mereka.

Selain itu, seharusnya lingkungan sekolah juga bisa steril dari pedagang kaki lima (PKL), karena berpotensi jajan sembarangan. Dedie mengaku, sejak tahun lalu memang Pemkot fokus untuk mensterilkan PKL dari lingkungan sekolah.

“PKL di Jalan Pengadilan sekarang sudah clear, kemudian di Malabar sudah clear, di Papandayan sudah clear, dan Bangbarung sudah clear. Yang masih belum, harus kita clearkan. Tidak ada pilihan, karena keselamatan siswa adalah tujuan utama kita untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” urainya.

Baca Juga  BKKBN Luncurkan DASHAT, Kelurahan Sukahati Jadi Program Percontohan Di Kabupaten Bogor.

Persiapan PTM Terbatas ini, kata Dedie, harus dilakukan di semua jenjang. Tidak hanya SD, SMP, dan SMA namun juga dengan perguruan tinggi hingga pesantren.

“Saya mendapatkan informasi dari Forum Rektor Kota Bogor menginginkan juga dilakukan koordinasi bersama. Kenapa, karena didalam syarat membuka pendidikan tatap muka perguruan tinggi diperlukan juga koordinasi dengan pemerintah daerah,”pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *