Hanafi : Pemkot Bogor Tak Ingin Terburu – Buru Gelar PTM Terbatas.

  • Whatsapp

Sanga.id. Pemerintah Kota Bogor matangkan rencana Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) terbatas dilingkungan  pendidikan agar saat pelaksanaannya nanti sesuai dengan protokol kesehatan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi dalam rapat koordinasi memunculkan masukan – masukan yang akan menjadi bahan sebelum PTM Terbatas dilangsungkan. PTM Terbatas ini bukan hanya tugas dari Disdik saja tapi urusan sekolah tatap muka, bukan hanya dari rumah ke sekolah, namun juga sebaliknya. Sehingga perlu dipikirkan pula, bagaimana mobilisasi siswa dan memastikan siswa langsung kembali ke rumah masing – masing.

“Bahkan ada masukan dari Kapolresta, tentang ada beberapa sekolah yang relatif dekat pasar. Itu kan masuk ke pusat keramaian, seperti apa kemudian partisipasi dari tokoh masyarakat, ormas, hingga RT dan RW bisa terlibat,”terangnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian Kunjungi Kelurahan Bojongkerta

Pun hal lain di luar itu, Disdik sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk setiap sekolah. Bagaimana sarana prasarana, seperti fasilitas cuci tangan harus tetap tersedia dengan kondisi baik.

Lalu juga dibentuknya Satgas Covid-19 di sekolah beserta tim asesmen yang diisi oleh komite. Mereka ditugaskan memantau memobilisasi siswa. Mereka pula yang akan mengevaluasi sekaligus yang berwenang memberikan izin selain orang tua siswa itu sendiri.

“Kita juga mengimbau setiap guru untuk melakukan rapid test secara berkala (terutama untuk tim satgas) dan guru kelas yang kontak langsung mengajar siswa. Mendata dan memastikan bahwa siswa dan guru yang sakit atau merasa tidak enak badan untuk tidak ke sekolah,”ujarnya.

Baca Juga  Kadisdik Kota Bogor Hanafi Serahkan Langsung SK PLT Kepada 9 Kepala SDN

Juga soal vaksin, kata Hanafi, per tanggal 9 September 2021 kemarin, sudah 29.390 atau 70,4 persen dari total 41.730 siswa negeri dan swasta yang divaksin. Dengan rincian 13.985 atau 60 persen siswa swasta dan 15 405 atau 83,5 persen siswa dari sekolah negeri.

Tak hanya siswa, vaksinasi untuk guru juga sudah 93,6 persen. Dari total guru swasta dan negeri sebanyak 3.269 orang, sudah 3.060 atau 93,6 persen guru sudah divaksin.

“2.006 guru swasta dan 1.054 guru negeri sudah divaksin,”ungkapnya.

Untuk kapan waktu pelaksanaan PTM Terbatas ini diberlakukan, Hanafi mengatakan Pemkot Bogor tak ingin terburu – buru sebelum semua teknis dipenuhi. Akan tetapi, terus diupayakan untuk secepatnya dilangsungkan.

Baca Juga  Sebanyak 2.997 Bumil Kota Bogor Mulai Divaksin Yang Tersebar Di 25 Puskesmas.

“PTM Terbatas ini untuk kelas 4, 5, dan 6 SD, SMP dan SMA. Makanya kita undang juga KCD dan Kemenag tadi. Karena PTM ini juga provinsi menyerahkan kepada daerah masing – masing,”pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *