Sandiaga Uno, Bima Arya dan Lukman Sardi Bicara Soal Industri Film di AKI 2021

“Kemarin ada film Squid Game dari Korea. itu ide-idenya mereka mengambil dari permainan yang ada di Indonesia juga. Menurut saya kita tidak kalah dari segi keragaman sumber cerita kita di pelosok nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu kaya akan sumber-sumber inspirasi,” ujar Sandi.

Senada dengan Sandi, Lukman Sardi menyatakan bahwa sebelum pandemi menghantam, film Indonesia sedang berada di level yang cukup tinggi. “Satu tahun penontonnya bisa mencapai 52 juta orang. Ini luar biasa,” kata Lukman.

“Tapi tiba-tiba terjadi pandemi, sesuatu yang kita tidak sangka-sangka di seluruh dunia. Sedangkan output terbesar dari film Indonesia sampai saat ini masih di bioskop. Pandemi bioskop berhenti, otomatis produksi berhenti,” tambahnya.

Baca Juga  Dedie Rachim Pimpin Upacara HUT Korpri ke-52

Padahal, lanjutnya, film tak sekedar hiburan. Banyak subsektor yang bisa terangkat dari film. “Seperti yang tadi dikatakan Kang Bima (terkait AADC mengangkat Yogyakarta). Ada juga film yang kebetulan saya main di situ adalah Laskar Pelangi. Laskar Pelangi ini akhirnya membawa Belitung menjadi top of mind orang untuk pergi ke sana. Dan itu luar biasa efek dari film itu,” terang pria yang sering meraih penghargaan di berbagai festival film.

Pos terkait