Bima mengatakan, contoh sederhana sebuah keberagaman juga banyak terjadi di kota-kota lainya. Tak terkecuali di Kota Bogor. Di kota hujan ini, Bima Arya mengaku selalu bangga dengan cerita persahabatan antara etnis Tionghoa Guan Tjo dengan pribumi Pak Oo di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah.
“Guan Tjo berjualan nasi goreng pete dan Pak Oo jualan sate sapi. Mereka ada dari tahun 60-an sampai sekarang terus berdampingan, tidak terpisah dari generasi ke generasi, sampai anak cucunya,” ujar Bima Arya.
“Mereka tidak pernah mau dipisahkan walaupun dikasih ruko yang mewah, yang satu di tempat yang lain. Terdengar sederhana tapi inilah tradisi luar biasa, investasi sosial dari para leluhur kita di masa lalu. Kita punya modal itu,” tambahnya.








