Anggaran pembiayaan daerah Rp 192,9 Miliar, anggaran penerimaan pembiayaan Rp 205,4 Miliar, pengeluaran pembiayaan Rp 12,5 Miliar.
“Selisih antara anggaran pendapatan daerah dengan anggaran belanja daerah terjadi defisit Rp 192,9 Miliar. Sedangkan pembiayaan neto yang merupakan selisih penerimaan pembiayaan terhadap pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp 192,9 Miliar,” sebut Sekda.
Syarifah memaparkan, ada beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan di tahun 2022, mulai dari penurunan prevalensi stunting, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembebasan lahan lanjutan Regional Ring Road (R3), pembangunan Masjid Agung (lanjutan), pembangunan sarana olahraga di kecamatan Bogor Utara dan Selatan.
Kemudian, pembangunan Kampung tematik Ecoriparian di Kelurahan Sukaresmi, pembangunan dan penataan pedestrian, bantuan 3.000 guru ngaji, fasilitasi penyandang disabilitas, prasarana dan sarana utilitas permukiman, pemeliharaan sumber daya air, alokasi pendidikan, alokasi kesehatan dan pembangunan perpustakaan (lanjutan). (*)








