“Pertanian sekarang regenerasi petaninya berkurang, banyak petani-petani tua sementara yang muda itu kurang, maka kita akan mobilisasi alumni-alumni muda untuk kembali ke kampung bertani dengan pendampingan dan bantuan modal usaha,” ujarnya.
Menurutnya, dalam program Wibasa ini para alumni bukan hanya diajak sebatas bercocok tanam semata atau budidayanya saja. Melainkan mereka juga dilibatkan dalam pasca panennya. Jadi bisa juga dengan membuat pabrik tempe dan bahan baku kedelainya di cocok tanam bekerjasama dengan petani, sehingga ada nilai tambah dari pertanian.
“Ini lihat dulu Feasibility study nya cocoknya apa, misal sayur atau beras. Jadi harus ada produk-produk olahan yang lain, bukan hanya fokus bercocok tanam tapi juga mengolah, ini yang akan jadi nilai tambah produk-produk pertanian,” jelas Walneg.
Tak hanya itu, Walneg melanjutkan, HA IPB juga mendukung IPB dalam konteks beasiswa. Di periode ini pihaknya siap mewujudkan mimpi seribu mahasiswa untuk diberikan beasiswa. Serta ada program khusus bagi almamater IPB University dengan menambah kuota magang Internasional. Di mana, mahasiswa-mahasiswi magang melalui program Kampus Merdeka Belajar itu akan dibantu untuk magang di luar negeri.








