“Selain Dashat yang kita luncurkan bersama-sama pada hari ini, saya berharap ada program-program khusus di Kabupaten Bandung, misalnya Desa Bebas Stunting. Karena kalau level kabupaten atau kota saya kira susah, tapi desa bisa. Ini sesuai dengan program Zero New Stunting 2023, Jawa Barat ditargetkan pada 2023 mendatang bisa terbebas dari stunting baru. Ini sangat selaras dengan pendekatan BKKBN yang melalui dari hulu, dari pabriknya yaitu ibu. Dilakukan sebelum hamil. Prioritas pendampingan kepada ibu sebelum hamil, tiga bulan sebelum hamil. BKKBN membentuk tim pendamping keluarga untuk memberikan pendampingan kepada calon pengantin sejak tiga bulan sebelum nikah,” papar Wahidin.
Di tempat yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Erick Juriara mengaku pihaknya memberikan perhatian besar upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Upaya ini diawali dengan melakukan pemetaan desa dengan risiko stunting tinggi. Hasilnya, 65 desa masuk dalam daftar prioritas penanganan stunting.
“Data SSGI 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung mencapai 31,1 persen atau sekitar 112 ribu orang. Ini tentu memerlukan penanganan intenstif. Kami akan menyusun program dan kegiatan dalam upaya penurunan stunting. APBD Kabupaten Bandung sudah mengalokasikan Rp 14 miliar untuk penanganan stunting. Kami juga meminta pemerintah desa untuk mengalokasikan 32 persen anggaran dana desa untuk stunting,” terang Erick.
Secara kelembagaan, Erick mengklaim sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten hingga desa. Hal ini diperkuat dengan pendekatan pentahelix, berupa pelibatan unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media untuk membantu percepatan stunting tersebut.
“Pemerintah saat ini terus berupana menurunkan prevalensi stunting. Ini penting karena stunting merupakan kunci menwujudkan generasi Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Kami meyakini Dashat merupakan intervensi berupa pemberian gizi dengan optimalisasi makanan pangan lokal. Kami berharap Dashat berdampak positif menurunkan stunting di Kabupaten Bandung,” pungkas Erick.








