Sementara itu, Plt. Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN RI, I Made Yudhistira Dwipayama menegaskan, bahwa kedudukan dan peran BKKBN dalam percepatan penurunan stunting adalah untuk pencegahan lahirnya anak stunting.
“Kita terlibat dan akan berkontribusi dalam pencegahan lahirnya anak stunting. Di situlah peran kita. Secara teori, menangani stunting yang sudah melewati 3 bulan adalah hal yang sulit dilakukan. Hal paling signifikan yang dapat dilakukan adalah dengan mencegah sebelum itu terjadi” ujarnya.
Mengenai strategi, menurut Made, salah satu cara untuk menjamin kontrol program percepatan penurunan stunting ini adalah dengan Mekanisme Operasional di lapangan. Tenaga lini lapangan bisa memanfaatkan kondisi new normal dengan melaksanakan Mekanisme Operasional secara virtual. Selain itu, adanya kegiatan rutin seperti Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) dan Rapat Koordinasi Desa (Rakordes) dapat dimanfatkan untuk mengevaluasi sekaligus mengoordinasikan permasalahan stunting secara berkala.








