Ia pun memberikan usulan lainnya, yakni agar terasa partisipasinya peserta menginap di homestay, menggelar lomba karya tulis bagi mahasiswa terkait isu-isu HAM dan mengusulkan adanya pawai budaya di Suryakencana. Dia optimis jika digelar akhir tahun, pandemi sudah berlalu, semua jauh lebih baik dan suasana pawai budaya bisa seperti helaran.
“Saya harap partisipatif ini tergambar dari seluruh kegiatan, tentunya Kota Bogor harus bisa menjadi showcase dari tema yang kita usung,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan, rapat koordinasi ini untuk mempersiapkan Festival HAM yang akan digelar di Bogor November 2022 mendatang. Beberapa hal dibahas termasuk tema besar dari festival HAM yang ingin mendorong inklusivitas, penghormatan pada keberagaman serta mempersiapkan Festival HAM ini sebagai kegiatan internasional bukan hanya kegiatan di level nasional.
“Konsep dari pak wali kota bagus dan akan diperkuat dengan ide dan konsep dari Komnas HAM, Infid dan KSP, karena Festival HAM di Kota Bogor harus jadi milik masyarakat, bukan hanya aktivis atau pejabat saja. Jadi partisipasi masyarakat dalam berbagai bentuk harus diberi ruang yang cukup,” katanya. (*)








