“Saya selalu titip kepada para Lurah, Camat, Dinas utamakan kepentingan yang lebih besar. Kalau sudah disetir oleh kepentingan maka kita tidak bisa berteriak keras terhadap kemudaratan. Akan disetir kita ketika hati tidak bersih,” tambahnya.
Yang kedua, lanjut Bima, adalah spirit keteladanan. Di mana ketika Rasulullah SAW kehausan dan meminta minum, Malaikat Jibril memberinya dua wadah berisi susu dan khamr (minuman yang memabukkan atau miras).
“Rasulullah di Baitul Maqdis ditawarkan dua wadah berisi susu dan khamr. Beliau memilih susu. Ini juga keteladanan. Misalnya Satpol PP jangan galak ke pelanggar tertentu saja, Disperindag jangan hanya menindak usaha kecil saja, tetapi masuk angin oleh pengusaha besar. Harus satu antara kata dan perbuatan. Jadi kalau kita meminta yang lain bersih dan taat, kita juga harus lebih bersih dan taat. Ini dicontohkan oleh Rasulullah dalam Isra Miraj,” ujar Bima.








