Pihaknya melakukan evaluasi di 2022 ini untuk kategori peserta ada penambahan kriteria, yakni kategori SMP dan SMA dipisahkan agar kompetisi dan inovasi yang ada bisa berjalan lebih baik. Sehingga ada lima kategori perlombaan di BIA yakni kategori pelajar SMP, kategori SMA/SMK/sederajat, kategori Masyarakat, kategori Perguruan Tinggi dan Penelitian Pengembangan dan kategori khusus untuk ASN.
“Di tahun lalu kami menyiapkan anggaran Rp 64 juta untuk pemenang dan tahun ini dinaikkan dua kali lipat menjadi Rp 126 juta untuk pemenang dan seluruh pemenang difasilitasi mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Di tahun lalu ada 11 inovasi mendapatkan sertifikat HAKI,” sebutnya.
Ia menerangkan, tema lomba BIA 2022 yakni peningkatan daya saing daerah melalui percepatan pemulihan ekonomi berbasis potensi lokal dan kelestarian alam.
Dari tema ini diturunkan menjadi 10 bidang lomba, sebut saja energi terbarukan, pangan dan agribisnis, teknologi informasi dan komunikasi, air minum, kebersihan dan lingkungan hidup, transportasi ramah lingkungan, pendidikan, kerajinan rumah tangga, sosial ekonomi hijau, kesehatan dan obat-obatan.
“Tahapan pelaksanaan BIA 2022 di mulai hari ini. Kemudian sosialisasi dilakukan selama sebulan dari 31 Mei – 31 Agustus, pendaftaran pengumpulan proposal 1 Juli – 31 Juli, seleksi administrasi dan substansi 1 September – 18 September, validasi lapangan 19 September – 10 Oktober, persentase peserta dan penilaian juri 11 Oktober – 21 November dan tahapan akhir penetapan pemenang dan penganugerahan pemenang 22 – 30 November,” jelasnya.








