Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Indonesia sudah mengalami tiga generasi kepala daerah. Generasi pertama di 2005 ada Joko Widodo dan beberapa kepala daerah lainnya yang melakukan beberapa gebrakan inovasi dalam hal pelayanan publik.
10 tahun kemudian di 2015 ada Ridwan Kamil dan lainnya yang bicara bagaimana aplikasi teknologi tidak saja memudahkan pelayanan publik tapi menyentuh hal lain.
“Generasi ketiga, akhir-akhir ini kita melihat kepala daerah yang umurnya lebih muda lagi, dan terus mendorong inovasi dengan karakteristiknya masing-masing,” imbuhnya.
Menurut dia geliat inovasi di Indonesia ini sangat ditentukan dari beberapa faktor. Ia menyebut, sistem sangat menentukan. Sistem dimana reward dan punishment menjadi penentu karir seseorang. Ini akan mendorong hasrat passion untuk berprestasi. Kedua yakni kepemimpinan dan ketiga faktor karakter individu.
“Ada dua tantangan dari birokrat yakni mau terus berpikir dan terus belajar dan itu yang susah. Kalau tidak mau berpikir dan belajar akan selesai. Tantangannya gimana kita melakukan inovasi kalau tidak belajar dan tidak tahu apa yang dibutuhkan. Ke depan yang akan bertahan dan membawa Kota Bogor maju adalah mau kolaborasi, adaptasi dan inovasi,” tegasnya.(*)








