Kota Bogor Tegaskan Komitmen Bebas Rokok dan Kota Ramah Keluarga

Konsep Smoke-Free Picnic atau Piknik Tanpa Rokok dalam peringatan HTTS yang menggunakan Alun-Alun Kota Bogor diharapkan menjadi satu tempat piknik bagi keluarga yang aman dari bahaya rokok.

Retno menyampaikan, tema yang diusung dalam HTTS 2022 adalah tembakau ancaman lingkungan. Selain ancaman bagi kesehatan, sampah puntung rokok yang mengandung zat berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan dan sampah elektrik menghasilkan sampah B3.

Khusus Perda KTR Nomor 10 Tahun 2018 yang dimiliki Kota Bogor kata Kadinkes, senantiasa dimonitor dan dievaluasi setiap tahun.

Berdasarkan hasil monev tahun 2021 yang paling rendah dari 9 kawasan adalah tempat umum, dari target 77 persen capaiannya baru 74,4 persen yang tercapai, dimana restoran dan cafe termasuk didalamnya. Dari 200 yang dilakukan monev, baru 49 restoran atau cafe (24,5 persen) yang benar-benar melaksanakan Perda KTR.

Baca Juga  Pansus Raperda Perubahan Perumda Tirta Pakuan Ikuti FGD Dengan Kemendagri

Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay menyampaikan dalam dua tahun terakhir elemen kesehatan menjadi yang paling penting dari tiga elemen kunci pariwisata, yaitu kenyamanan dan kebersihan. Hal ini tidak terlepas dari konsern para wisatawan yang hadir ke hotel maupun restoran yang meningkat kepeduliannya terhadap kesehatan.

“Turut serta PHRI Kota Bogor dalam menaati dan mendukung Perda KTR Kota Bogor sebagai awalan tepat yang akan meningkatkan kualitas dan pelayanan terhadap para tamu. Ketakutan akan terganggunya bisnis restoran dan cafe adalah hal yang tidak benar. PHRI akan mendorong para anggotanya menyediakan area atau tempat sesuai aturan bagi perokok sehingga tidak mengganggu dan tidak menimbulkan kekhawatiran bagi pengunjung,” kata Yuno.

Baca Juga  Dedie Rachim Apresiasi 15 Pasang Moka Kota Bogor

Dia mengapresiasi adanya direktori restoran bebas rokok. Ini sebagai ketegasan Pemkot Bogor dalam menegakkan Perda KTR. MoU ini sebagai komitmen bersama dan langkah besar yang diyakini akan bermanfaat bagi semua pihak, termasuk pengusaha restoran.

“Apalagi dengan adanya NongkrongSehatBogor.com yang tidak hanya membantu pemantauan pelaksanaan KTR, tapi juga sebagai sarana promosi bagi restoran dan pariwisata Bogor,” ujarnya.

Pos terkait