“Di sini ada penelitiannya, ada komunitasnya, ada petaninya. Tinggal sekarang kami di briefing apa saja yang bisa dibantu Pemerintah Kota Bogor,” katanya.
Ia menyebut, baru ada permintaan dari komunitas tanaman hias yakni menghidupkan kembali balai karantina. Balai karantina ini bertujuan agar bisa lebih mudah mengatur berbagai hal sehingga terjadi peningkatan ekspor. Dia kembali menegaskan, jika ada yang memang harus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar bisa kembali menggairahkan dan mengembangkan potensi tanaman hias semakin berkembang bisa langsung disampaikan.
“Kalau urusan event mudah, tinggal sekarang kebijakan yang dibutuhkan apa, di masa injury time saya sebagai wali kota yang tinggal menghitung bulan saya ingin ada yang bisa saya lakukan agar teman-teman komunitas tanaman hias bisa lebih maju,” terangnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Bogor Flora Festival, Djojohadi Haristiono Eko Putro mengatakan, di kontes tanaman hias Sansevieria dan Aglaonema Greg Hybrid satu peserta diperbolehkan mendaftarkan beberapa pot tanamannya. Tak ayal banyak peserta yang datang dari luar Kota Bogor, seperti Jakarta, Tangerang Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.








