Sementara jika ilmu pengetahuan dan pemahaman mendorong perubahan, maka dampaknya akan dirasakan lebih luas lagi.
“Tantangan terbesar dari birokrasi pemerintahan adalah bagaimana rencana pembangunan dihasilkan bukan hanya dari kepentingan-kepentingan proses yang sifatnya bottom up maupun top down, tetapi juga melalui pergumulan gagasan dan kajian. Jika gagasan-gagasan para pemikir dan para peneliti ini diberikan ruang atau wadah maka sangat mewarnai perubahan kota. Melalui peningkatan kapasitas keilmuan dan keahlian yang dimiliki para periset akan selalu relevan dan kontekstual,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan yang terjadi sangat cepat, teknologi digital berlari dan terkadang tidak bisa dikejar perangkat daerah terkait, tetapi periset selalu meng-update hal tersebut, memperbaiki wawasan melalui jaringan yang dimiliki.
“Besar harapan saya seluruh anggota PPI bisa mengokohkan dan menguatkan jaringan para peneliti, sehingga saling meng-update serta memperbaharui pengetahuan yang dimiliki, karena riset dan penelitian tidak bisa dilakukan sendiri. Akan lebih powerfull dan efektif jika dilakukan dengan memaksimalkan jaringan yang dibangun,” katanya. (*)








