Sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah membentuk tim Audit Kasus Stunting (AKS), melakukan identifikasi dan verifikasi data sasaran AKS, seleksi kasus sasaran calon AKS.
“Dari hasil seleksi kasus sasaran calon AKS didapatkan sebanyak 17 Bumil (ibu hamil), 11 Bupas (ibu masa nifas), 12 Baduta (bayi dibawah dua tahun) dan tiga Catin (calon pengantin) yang berisiko stunting,” jelasnya.
Ia menuturkan, BKKBN melalui Dalduk-KB di Kabupaten/Kota tugasnya memang fokus kepada pencegahan bagi orang-orang yang berisiko stunting agar tidak sampai mengalami stunting dan tidak ada penambahan stunting atau lebih kepada preventif. Sementara yang sudah stunting penanganan di Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Kalau kami pencegahan itu mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pada masa nifas sampai bayi dibawah dua tahun, kami memberikan edukasi dan pemberian susu kepada yang berisiko stunting,” terangnya.








