Pertemuan Ilmiah IDI, Bima Arya Minta Perbanyak Riset Siapkan Generasi Emas

Ketua IDI Kota Bogor, Ilham Chaidir menjelaskan, pelaksanaan PIT di Kota Bogor dihadiri cukup banyak peserta dibandingkan daerah lain.

Banyak hal yang telah dilakukan panitia untuk meningkatkan kapasitas dan hal lain dari seluruh anggota IDI Kota Bogor dari sisi keilmuan dan pengetahuannya.

PIT kata Dirut RSUD Kota Bogor ini merupakan amanat undang-undang kedokteran untuk mengupgrade para anggotanya, mulai dari ilmu kedokterannya, kecakapanya, skillnya dan lainnya agar mampu memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

Terkait riset yang ditekankan Bima Arya, saat ini penemuan di bidang kedokteran sangat cepat sekali. Penelitian yang baru harus bisa di improve dan menjadi seorang dokternya itu harus continuous improvement dam selalu mengembangkan diri.

Baca Juga  Adityawarman Apresiasi Mahasiswa yang Memilih Salurkan Aspirasi melalui Audiensi

“Setiap 3 menit ada penemuan ilmu kedokteran seluruh dunia, jika tidak mengikuti akan tertinggal dan terlindas oleh perubahan. Cara-cara baru terutama fungsi dari kewajiban dokter adalah mengembangkan keilmuannya, khususnya dalam melakukan penelitian atau riset. kalau bisa memang berdasarkan data, sehingga mampu memberikan sumbangsih bagi dunia kedokteran,” jelasnya.

Ketua Panitia PIT XIV IDI Kota BOGOR, Iqbal Ichsantyadi Awang menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini bertujuan untuk menjaga marwah profesi para anggotanya berupa mempertahankan standar keilmuan dan pengetahuan.

Tema Current Evidence Based Update on Chronic Degenerative Disease Management kata Iqbal, difokuskan pada re-deteksi dan long treatment sebagai suatu bentuk sinergi IDI dengan sistem kesehatan secara umum di Kota Bogor terkait masalah yang cukup besar yaitu penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular yang spektrum dan dampaknya cukup luas di Kota Bogor.

Baca Juga  Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 MAAF, MAAF, PLT TAK BISA IKUT

Acara yang berlangsung 8 dan 9 Oktober 2022 ini diikuti diikuti 542 peserta. Untuk sesi simposium tercatat ada 14 perhimpunan yang berpartisipasi. (*)

Pos terkait