BOGOR. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-XIV di IPB International Convention Center (IICC) yang dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya, Sabtu (8/10/2022).
Dalam sambutannya, Bima Arya meminta untuk memperbanyak riset tidak hanya di bidang kesehatan saja, tetapi di bidang lainnya agar Indonesia tidak menjadi ‘pengekor’ dan dalam upaya menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Ke depan kita perlu riset, karena target kita adalah 2045 Indonesia Emas. Tapi kembali lagi kondisi saat ini, bisa tidak kita menjemputnya. Riset untuk menguatkan langkah agar kita tidak selalu menjadi pengekor. Riset itu tidak hanya ilmu kedokteran semata, semua bidang. Sehingga akan lebih mudah melangkah jika kita memiliki data,” katanya.
Selama dua tahun pandemi menurutnya, semua ‘lesson learned’ dan semua belajar banyak. Satu hal yang diamati adalah kecenderungan selalu ‘pengekor’ dan ‘serba gelap’, selalu mengikuti apa yang negara lain lakukan berdasarkan riset.
Bima Arya menyampaikan, ada satu fenomena menarik ketika giat Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), dimana capaian BIAN Kota Bogor ada di 17 se-Jawa Barat dan Kota Bandung ada di posisi terakhir.
Sementara capaian imunisasi lebih tinggi justru ada di daerah-daerah rural atau pedesaan, seperti di Pangandaran, Ciamis dan wilayah lainnya.
Untuk mengetahui hal itu bisa terjadi, diperlukan riset agar metode yang dipilih cocok sehingga persoalan-persoalan yang dihadapi bisa selesai.
“Ke depan kita butuh riset-riset lainnya, jangan sampai menembak nyamuk pakai meriam dan jangan sampai juga musuh datang kita tidur. Jadi based on scientific research. Karena ini untuk menyambut bonus demografi, jika tidak disikapi dengan benar akan lepas. Berbusa-busa kita teriak target ke depan, tapi imunisasi saja tidak selesai,” ungkapnya.








