Racing : Remaja Aksi Cegah Stunting

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagian besar kasus stunting disebabkan oleh masalah nutrisi terutama pada saat 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). 1.000 HPK adalah periode tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin di dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Pemberian gizi yang cukup pada periode ini sangat menentukan pertumbuhan fisik anak di masa depan. Selain itu, periode ini juga sangat menentukan bagi perkembangan kecerdasan anak, karena pada masa inilah organ otak mengalami perkembangan pesat.

Merujuk pada periode paling penting dalam pencegahan stunting, maka langkah strategis yang harus diambil adalah mempersiapkan para calon orang tua sejak masih remaja. Oleh karena itu, perlu ada program percepatan penurunan stunting yang menyentuh kelompok remaja. Diantaranya dengan cara melakukan penguatan materi tentang stunting pada kegiatan kelompok remaja yang sudah eksis seperti Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) atau Bina Keluarga Remaja (BKR).

Baca Juga  Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama untuk Atasi Pandemi dan Perkuat Arsitektur Kesehatan Dunia

Sebagaimana yang kita sadari, permasalahan di kalangan remaja sangatlah komplek. Salah satunya adalah soal pola makan, dimana kebanyakan remaja lebih menyukai jajanan ataupun makanan instan yang dijual secara bebas. Masalah ini harus menjadi perhatian para orang tua. Remaja perlu diberikan edukasi dan pemahaman tentang pola makan yang sehat serta bagaimana mengelola dan memperoleh gizi/nutrisi yang cukup dan seimbang.

Selain itu, remaja juga perlu diberikan edukasi mengenai konsep berkeluarga yang baik serta seperti apa pola pengasuhan anak yang tepat. Dengan demikian, para remaja diharapkan dapat menjadi orang tua yang hebat, memiliki keturunan yang sehat, cerdas, kuat dan terbebas dari stunting.

Pos terkait