Racing : Remaja Aksi Cegah Stunting

  • Whatsapp

Oleh : Nurba, SAP
(Penyuluh KB Mahir Kota Bekasi)

SANGA.ID. Remaja ternyata memiliki peran penting dalam mencegah stunting. Kenapa demikian? Karena remaja adalah calon orang tua bagi generasi masa depan bangsa. Melalui para remaja saat inilah akan lahir anak-anak yang menjadi harapan bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan unggul di masa mendatang.

Salah satu ancaman bagi generasi masa depan bangsa adalah kasus stunting yang masih terjadi di Indonesia. Menurut data tahun 2021 prevalensi stunting di Indonesia masih di angka 24,4%. Angka ini masih diatas standar WHO yaitu 20%. Oleh karena itu perlu upaya serius dari semua pihak untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Remaja sebagai calon orang tua harus diberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya stunting untuk mencegah terjadinya kasus baru stunting di masa depan. Oleh karena itu, bagi orang tua yang saat ini memiliki remaja, permasalahan yang mereka hadapi tidak melulu soal kenakalan remaja. Para orang tua harus mulai memikirkan bagaimana mencegah agar remaja tidak melahirkan anak stunting kelak.

Baca Juga  Bupati Serdang Dorong Gerakan Cetak Sawah Mandiri di Serdang Bedagai, Kini Penghasil Beras Utama di Sumut

Kenapa harus khawatir terhadap stunting? Stunting menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan dan prestasinya di sekolah, produktivitas dan kreativitasnya.

Pos terkait