Mengingat, adanya keaenjangan rasio pelayanan kesehatan dengan fasilitas kesehatan yang ada. Apalagi, RSUD Kota Bogor merupakan RS yang memiliki tingkat kunjungan terbesar di Bogor.
“Kami persilahkan kalau masih kurang dan memerlukan bantuan, silahkan mengajukan kembali. Karena kami tahu rasio pelayanan kesehatan harus ditingkatkan. Apalagi 60 persen warga yang berobat berasal dari luar Kota Bogor,” ucapnya.
Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya menambahkan, bahwa upaya peningkatan fasilitas kesehatan di RSUD Kota Bogor masih panjang. Sebab, masih tersisa sekitar 60 persen sesuai target rencana pembangunan.
“Kita akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Jabar, dan kita siap untuk mencetak dokter-dokter spesialis yang dibutuhkan Indonesia dengan menjadi RSUD Kota Bogor ini sebagai rumah sakit pendidikan,” ujar Bima Arya.
Sekedar diketahui, dalam acara peresmian tersebut, RSUD Kota Bogor juga dianugerahi oleh Kementrian Kesehatan sebagai RS Pendidikan dengan nomor SK HK.01.07/MENKES/19/2023 tentang penetapan RSUD Kota Bogor sebagai RS Pendidikan utama untuk fakultas militer UNHAN.
Dengan diresmikannya blok I dan IV, maka akan ada penambahan ruang rawat inap sebanyak 200 bed. Maka total jumlah rawat inap di RSUD menjadi 625 bed. (sal)








