Dosen Sains Komunikasi Unida Ajak Pelajar Menjadi Pencipta Konten yang Bijak

Dosen Sains

Robby juga menambahkan, meskipun pekerjaan creator conten itu menjanjikan, para pelajar harus bisa mengasah kemampuan mereka dari mulai mengenali diri, mengenali target audien, kreatif, terus berlatih dan mau bekolaborasi dengan pencipta konten lainnya.

“Perkembangan digital juga bagaikan dua mata pisau, ada positif dan negatif. Banyak kasus sudah terjadi. Untuk itu saya berharap kawan-kawan pelajar SMP Kota Bogor bisa bijak mengelola media digital dari mulai membatasi penggunaan gawai, tidak berkata kasar apalagi melakukan ujaran kebencian, saring sebelum sharing, think sebelum posting dan tidak mudah tergiur,” ajak Robby.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Prakoso yang diwakili oleh Kasat Binmas Kompol Sahroni menyampaikan, pelajar yang memiliki rekam jejak kenakalan, akan tercatat dengan baik dan sulit mendapatkan surat kelakuan baik. Sahroni juga mengajak seluruh pelajar untuk bijak dalam mengelola gawai. Sahroni juga mengajak seluruh pelajar untuk menjadi sahabat polisi dengan menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Baca Juga  Digusur, PKL SMPN 19 Kota Bogor Ngadu ke Dewan

“Jangan takut sama polisi karena salah satu tugas polisi adalah malayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. Saya titipkan Bogor kepada adik-adik. Bogor ini dekat dengan pusat Ibu Kota dan karena Bapak Presiden Joko Widodo tinggal di Bogor, jadi keamanan Bogor perlu kita jaga,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Sujatmiko menjelaskan, bahwa dirinya ingin pelajar SMP di Kota Bogor menjadi pemimpin masa depan. Dirinya menambahkan, untuk menjadi pemimpin di era yang VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) pelajar Kota Bogor perlu memiliki keterampilan pola pikir sistemik. Untuk itu konsep kurikulum merdeka diberikan agar pelajar bisa merumuskan masalah dan menciptakan solusi atas masalah yang ada di sekitar.

Baca Juga  Pemdaprov Jabar Beri Pendampingan Warga Jabar Korban Kasus TPPO di NTT

“Adik-adik adalah calon pemimpin masa depan, meskipun kita berada di era yang VUCA, namun saya yakin adik-adik pasti bisa menjadi pemimpin yang hebat. Konsep kurikulum merdeka saat ini mendukung para pelajar untuk bisa mengatasi masalah yang ada dan terus bisa beradaptasi di tengah perubahan yang penuh ketidakpastian,” jelasnya.

Pos terkait