“Dimana keadilian pelayanan kesehatan harus diwujudkan. Jangan ada diskriminasi antara si kaya dan si miskin. Semua pasien harus dilayani sepenuh hati dan profesional,” tegasnya.
Sumiyati pun mengaku merasa tenang usai mendapati kabar bila dirinya dibebas biayakan RS. Ia merasa bersyukur masih ada RS yang menjalankan prinsip keadilan dalam pelayanan kesehatan.
“Terima kasih karena saya sudah dirawat secara gratis hingga pulih. Diberi obat secara cuma-cuma. Diberi makan, bahkan saya diberi uang. Semoga Allah membalas kebaikan,” ucapnya.
RSUD Kota Bogor pun mengantarkan Sumiyati ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bogor untuk mendapatkan tindak lanjut. (*)








