SANGA.ID.Menyikapi terjadinya berbagai permasalahan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Pasaman Barat, Sumatera Barat yang dapat memicu terjadinya konflik sosial serta kerusakan lingkungan yang bisa mengancam masa depan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan, maka Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta Raya (IKPB Jaya) sebagai wadah bagi perantau asal Pasaman Barat di Jakarta dan sekitarnya merasa terpanggil untuk ikut dan turut membantu menyelesaikan permasalahan di lapangan.
IKPB Jaya memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam di Pasaman Barat dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.
Bahwa dalam beberapa waktu belakangan telah terjadi eksploitasi sumber daya alam seperti penambangan emas secara liar (illegal mining), pembalakan liar (illegal logging), dan pembukaan tambak udang illegal oleh oknum-oknum tertentu yang patut diduga tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku telah berpotensi menyebakan kerusakan lingkungan dan terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, IKPB Jaya membentuk Tim IKPB Jaya Untuk Pasaman Barat yang dipimpin oleh salah seorang tokoh nasional asal Pasaman Barat, yaitu Dr. Maneger Nasution, MH., MA yang kiprahnya telah dikenal dalam melakukan advokasi terhadap isu-isu yang terkait dengan kepentingan publik.
Dr. Maneger Nasution, MH., MA yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu komisioner Komnas HAM dan sekarang menjadi salah satu Wakil Ketua LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) RI akan dibantu oleh tokoh-tokoh Pasaman Barat yang berkiprah di berbagai sektor, diantaranya Charles Meikyansah, S.Kom, M.Ikom (Anggara DPR RI, Dra. Hj. Emma Yohana (Anggota DPD RI), dan lain sebagainya.
Ketua Umum IKPB Jaya, Drs. H. Gontam Yusuf, MM, didampingi Sekretaris Umum, Khairunnas, S.HI., MM, beserta seluruh jajaran pengurus memberikan mandat kepada Tim IKPB Jaya Untuk Pasaman Barat agarmengambil langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan carut-marut pengelolaan sumber daya alam di Pasaman Barat.








