“Alhamdulillah dari situlah nama corona cup pun ‘lahir’, dan menjadi agenda tahunan palataran pakujajar sipatahunan. Untuk peserta sendiri setiap tahunnya mengalami peningkatan, corona cup III pesertanya tidak kurang dari 500, dan terjaring finalis menjadi 50 peserta”, ujar Agung Nurohmat yang juga merupakan pelatih dari Perguruan silat Sabda Sunda.
Untuk peserta yang tampil. Lanjut Agung, dibagi tiga kategori. Usia dini putra putri, remaja putra putri, dan dewasa putra putri. “Peserta tidak dipungut biaya alias gratis, peserta selain dari Jabodetabek juga ada dari Sukabumi, tasikmalaya, dan banten”, ujarnya.
Sementara itu dalam sambutannya, wakil wali kota Bogor Drs. H. Dedie A Rachim M.A mengaku merasa senang dan bangga melihat penampilan para pesilat dari Jawa Barat banten dan DKI. Apresiasi dan Terima kasih, kepada para pimpinan paguron semuanya dan juga para atlet yang luar biasa.
“Saya yakin kalau pembinaan pencak silat, baik prestasi maupun seni budaya dikembangkan jabar juara itu bukan khayalan, InsyaAllah akan terwujud”, ucap Drs. H. Dedie A Rachim M.A. yang juga sekaligus dewan pembina di yayasan palataran pakujajar sipatahunan.








