“Dalam penanganannya akan dibagi dua. 1.000 anak stunting Kota Bogor akan diintervensi melalui kekuatan ASN dan BUMD Kota Bogor melalui program PEMKOT Penting-Lur,” kata Sekda.
Melalui program tersebut setiap ASN Kota Bogor akan menyumbang dua butir telur untuk 1 anak stunting per hari. Jika diakumulasi maka dalam satu bulan menyumbang 1,5 kg telur.
“Perkembangan dari langkah ini akan dimonitor dan diikuti selama enam bulan. Khusus mekanisme penyerahan akan diserahkan kepada aparatur wilayah by name by addres,” jelasnya.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor akan memberikan stiker khusus bagi rumah yang ada balita stunting dengan warna merah muda dan stiker biru untuk keluarga berisiko stunting.
Diharapkan dengan stiker ini memudahkan bagi pihak yang ingin membantu dan tidak salah sasaran.








