Untuk mengetahui progres dari intervensi dan evaluasi, wilayah diinstruksikan untuk menggelar mini lokakarya berkoordinasi dengan dinas terkait, sehingga jika ada kendala yang dihadapi bisa segera ditangani selain itu diharapkan memberikan hasil yang komprehensif.
“Kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik, komitmen semua dalam mengentaskan stunting sangat diharapkan,” ungkap Syarifah.
Untuk sisa 1.001 anak stunting, upayakan penanganan yang dilakukan rencananya melibatkan berbagai komunitas karena menurut Syarifah, banyak pihak yang berminat dan peduli. Khusus terkait data, akan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang sementara mengisi secara manual.
Sebelumnya, Kepala DPPKB Kota Bogor, Anas Rasmana menjelaskan, selain pembagian telur bagi anak stunting ada upaya-upaya lain dalam percepatan penangan penurunan stunting di Kota Bogor, diantaranya orang tua asuh stunting bagi 15 anak per kelurahan dengan koordinator ODF sebagai koordinator orang tua asuh stunting.
Untuk memotivasi dan memaksimalkan upaya percepatan penurunan stunting yang dilakukan, bagi wilayah yang dinilai berhasil akan diberikan reward.








