“Teknologi ini dapat diterapkan dengan biaya murah, cepat, dan terukur oleh setiap masyarakat pada setiap kondisi lahan termasuk lahan ekstri. Seperti, eks lahan tambang, lahan tandus (marjinal), lahan jenuh pupuk & pestisida kimia (sintetik/anorganik),” terang Nugroho dalam rilis tertulisnya.
Kegiatan yang dilakukan Nugroho tersebut, berupa implementasi Agrokonservasi kepada para sekotor riil khususnya kelompok tani.
Implementasi ini dengan nama Biosoildam MA-11 yaitu suatu konsep pemuliaan tanah pada lahan pertanian, perkebunan, ex tambang, lahan tidur dll.
Prinsip kegiatan ini adalah masyarakat mampu meningkatkan hasil panen pertanian sekaligus juga tetap menjaga daya dukung tanah secara berkelanjutan.








