“Aksesoris pusaka kujang dan gunungan, bahwa Bogor Selatan identik sebagai pusat dayeuh sejarah yang kaya atas peninggalan kerajaan Pajajaran dengan alam yang indah, hijau, asri, bersih di bawah kaki Gunung Salak. Hasil bumi yang subur dan UMKM yang maju dan berkembang di Bogor Selatan diusung pada jampana menjadi kebanggaan dan rasa syukur kepada yang telah menganugerahkan Bogor Selatan wilayah yang subur makmur,” ujarnya.
Di akhir penampilan setiap kecamatan, dibagikan isi dari dongdang yang dibawa kepada masyarakat. Pembagian isi dongdang atau Jampana itu pun menjadi momentum yang ditunggu tunggu oleh masyarakat.
Wali Kota Bogor, Bima Arya diakhir kegiatan menyampaikan rasa syukur dan bahagianya melihat suka cita warga bersama-sama menyaksikan helaran.
“Sangat gembira melihat warga bersukaria, setelah cukup lama menahan karena pandemi, tapi terharu karena ini kesempatan terakhir merayakan HJB bersama warga sebagai wali kota. Saya betul-betul mendoakan agar wali kota berikutnya bisa menjaga tradisi yang sudah baik, kebersamaan bersama warga, Bogor sebagai kota untuk semua,” ujarnya.
Kota Bogor lanjut Bima Arya memiliki warga yang hebat dan modal sejarah yang sangat luar biasa dalam membangun kekuatan dan kebersamaan bersama warga.
“Saya yakin Bogor sudah on the track akan menjadi kota terbaik di Indonesia, dengan syarat menjaga kebersamaan,” katanya. (*)








