Di masa kini, perguruan silat ini mampu mempertahankan tradisi dan nilai-nilai yang dibangun bersama para anggotanya.
Meski era milenial mempengaruhi berbagai sisi kehidupan, PGB Bangau Putih berhasil membuktikan ketekunan dan mempertahankan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat.
“Usia 70 tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah perguruan silat, terlebih bagi perguruan silat tradisional seperti PGB Bangau Putih ini,” tutur Jimmy.
Menurutnya, di era globalisasi dan kemajuan teknologi yang dipengaruhi gaya hidup modern, masyarakat sering terjebak menyalahgunakan gaya hidup dengan memanjakan tubuh ketimbang berolah gerak.
Sebagai bentuk syukur atas usia yang genap 70 tahun dan pencapaiannya selama ini, sebuah acara sederhana juga akan dilakukan bertepatan dengan penutupan PGB Internasional Retreat 2023 pada 3 Agustus 2023 mendatang.
“Acara ini diisi dengan doa bersama pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur perguruan,” urai Jimmy.
Untuk memeriahkan syukuran, akan diperlihatkan demonstrasi gerak silat dari IPSI Kota Bogor dan gerak silat dari PGB Bangau Putih.
Selain itu juga akan dihadirkan permainan Kielin PGB Bangau Putih, performance PGB Bangau Putih Cabang Jogjakarta, serta gerakan Tao Kung.
Tak ketinggalan, acara ini juga akan dimeriahkan oleh keindahan gerak tari merak dari Sanggar Gandes Pemantes.
Jimmy menambahkan, acara penutupan akan digelar pukul 18.30 WIB hingga 21.30 WIB. Dalam kesempatan ini keluarga besar PGB Bangau Putih mengundang kehadiran Walikota Bogor, Wakil Walikota Bogor, sesepuh silat Eddy M. Nalapraya, Ketua IPSI Kota Bogor serta para sesepuh dan kerabat perguruan lainnya.
“Semoga acara syukuran ini menjadi momen yang berharga dan dapat memberikan inspirasi kepada para anggota dan masyarakat luas untuk tetap mejaga, menghargai dan mewariskan budaya silat Indonesia,” pungkasnya. (*)








