Untuk hasil monitoring kelurahan dari data LLI kelurahan, pada umumnya semua kelurahan sudah melaksanakan pelayanan publik ramah lansia dengan sangat baik, ada alur khusus prioritas untuk lansia, adanya layanan jemput bola dan layanan proaktif untuk lansia, adanya petugas khusus untuk melayani lansia, adanya sarana fisik yang mendukung dari ramah lansia dan lainnya.
Secara umum hasil monitoring menunjukan layanan publik ramah lansia di Kota Bogor berada di tingkat Madya, sehingga dengan terus komitmen untuk memberikan pelayanan ramah lansia dan prasarana sarana ramah lansia maka bisa naik ke tingkat selanjutnya Pratama.
Dalam HLUN ini para pelayanan publik yang ramah lansia pun mendapatkan pelayanan,dan dilokasi yang sama Wali Kota Bogor juga menandatangani prasasti ringkasan pelayanan layanan masyarakat terintegrasi lansia atau pelayanan lansia terpadu tingkat RW.
Dalam memperjuangkan hak lansia dan menjalani tanggung jawab sebagai Lansia, LLI menekankan bahwa Lansia itu berperan bukan beban sehingga bisa berdaya.
Di Kota Bogor dari total lebih dari 1 juta penduduk, 10 persennya masuk ke dalam usia lanjut usia.
Sebanyak 10 persen lansia dari total penduduk Kota Bogor, 90 persen lansia berada dalam kategori produktif.
Untuk itu lanjut Awang, ia berharap lansia yang memiliki tanggung jawab memberikan nilai-nilai positif untuk mentransfer hal positif kepada generasi mendatang, bisa menjadi motivator dalam pencegahan stunting, ODF, hidup sehat dan sebagainya.








