Rangkaian HLUN Kota Bogor diawali pada akhir Mei 2023 dengan seminar bersama stakeholder Pemkot Bogor, DPRD dan instansi swasta sebagai dialog power sharing dalam pemenuhan hak lansia.
Selanjutnya pada 19 Mei 2023 LLI melakukan monitoring pelayanan publik di Kota Bogor untuk melihat positioning layanan terhadap lansia.
Mendengarkan hasil monitoring, Bima Arya menyampaikan permohonan maaf jika belum maksimal dalam membuat lansia nyaman.
“Meminta maaf kalau adalah kesalahan, ada hal-hal yang belum maksimal di Pemkot yang belum membuat semua lansia nyaman, baik fasilitas sehari-hari di pelayanan kesehatan. Insya Allah ini awal yang baik,” ujarnya.
Ketua LLI Kota Bogor, Aishah Wan Ganie mengatakan, monitoring pelayanan ramah lansia dilaksanakan di 18 unit atau instansi yang paling sering didatangi oleh Lansia.
“Iya, kita keliling satu-satu, kita lihat, kita ingin tahu positioning layanan publik ramah lansia sudah sampai mana di Kota Bogor. Dari 18 institusi ini yang paling banyak didatangi lansia yaitu kantor kelurahan, kemudian kami kejar pertama yang kami monitoring adalah kantor kelurahan, kemudian Puskesmas, rumah sakit, perbankan, mal, hotel, Taspen dan lainnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Awang.
Dari hasil monitoring LLI selama kurang lebih satu bulan, untuk Puskesmas pada umumnya semua puskesmas sudah memenuhi pelayanan ramah lansia dengan sangat baik, didukung dengan regulasi, proses pelayanan sudah tersistem dengan rapi, pelayanan one stop service dengan layanan nomor antrean prioritas, pendaftaran, pemeriksaan awal kesehatan lalu pemeriksaan oleh dokter sampai pemberian obat.








