Berbicara Bogor tidak bisa hanya melihat 1 juta penduduk, namun Bogor ini bagian dari Jakarta megapolitan dan sekitarnya.
“Karena kita bicara tentang satu kota yang memiliki identitas dan karakter yang lebih kuat dari yang lain. Di sini nilai politiknya kuat nilai sejarahnya kuat, Bogor juga memiliki Kebun Raya Bogor dan Istana Kepresidenan Bogor. Dengan landscape seperti itu tugas wali kota berikutnya juga harus konsisten mengintegrasikan Bogor dengan Jakarta Megapolitan,” ujarnya.
Yang harus disiapkan di antaranya adalah integrasi moda transportasi yang saling menyambung, wilayah pelayanan sesuai tata kota, OCBD, hunian. Ke depan pusat bisnis, perkantoran akan bergeser ke pinggiran pusat kota.
“Sehingga kebun raya dan sekitarnya ke depan jadi wisata heritage yang luar biasa, nggak ada angkot, kendaraan pribadi disitu berkurang, yang ada transportasi massal, bus listrik dan orang jalan kaki, lari olahraga, itu indahnya Bogor masa depan seperti itu,” ujarnya.








