“Kabupaten Bogor kan penduduknya ada 5 juta jiwa, luas wilayahnya juga besar 22 kali dari Kota Bogor. Jadi banyak lah itu soal hibah bansos. Saya sampaikan kalau di Kota Bogor itu kita tertib karena masyarakat itu dibiasakan, setiap usulan hibah bansos masuk di aplikasi Sahabat, sudah ada Peraturan Wali Kota dan DPRD Kota Bogor pun menghargai mekanisme itu,” jelasnya.
Ia melanjutkan, dengan aplikasi Sahabat ini siapapun yang mengusulkan sepanjang itu bisa masuk ke aplikasi Sahabat, maka disepakati itulah yang akan diberikan dana hibah bansos. Sebaliknya jika proposal tidak masuk ke aplikasi Sahabat tidak akan terpenuhi. Sehingga semua orang akan memahami kenapa bisa dapat hibah atau tidaknya.
“Ini juga yang membuat mereka terkesan, jadi intinya mereka harus membenahi, sekian banyaknya proposal apalagi di Kabupaten Bogor. Kalau gak ada aplikasi pasti akan bingung dan orang-orang akan mencari siapa yang berpengaruh. Kalau dari Kabupaten Bogor mau mempelajari itu ya silahkan saja nanti akan dibantu sama OPD yang menangani aplikasi Sahabat,” katanya. *(*)








