Bima Arya Ajak Alumni UNB Jajaki Kolaborasi Green Economy

UNB

“Bagi sebagian orang mungkin ini bukan masalah darurat atau hanya sesekali saja. Namun sebetulnya ini masalah serius yang jika tidak melakukan sesuatu yang serius sekarang, maka ke depan akan ditanggung akibatnya oleh anak cucu kita. Dibanding kota-kota lain yang kualitas udaranya jelek sekali, beruntung Bogor memiliki Kebun Raya, curah hujannya lebih tinggi. Namun demikian kita harus melakukan sesuatu, tidak hanya di Kota Bogor tetapi juga di Indonesia,” ungkap Bima Arya.

Hingga saat ini belum ada satupun kota di Indonesia yang berhasil menangani sampah secara totalitas dari hulu ke hilir. Menjadi lebih ironi karena tahun 2045 Indonesia diprediksi akan menjadi negara super power yang merupakan negara dengan ekonomi keempat terbesar di dunia.

Baca Juga  Puluhan Siswa Keracunan MBG, DPRD Kota Bogor Minta Investigasi Total dan Evaluasi SPPG

Untuk penanganan sampah, tegas Bima Arya tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga membangun kultur. Masalah lingkungan hari ini harus diselesaikan hari ini, karena kalau tidak diurus hari ini maka akan menjadi bencana di masa depan.

“Kota Bogor dalam beberapa tahun terakhir ini menyadari bahwa kita harus melakukan sesuatu. Kita sambut gairah anak muda dengan program yang khusus dan spesifik, diantaranya green leadership, berinovasi peduli terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal dan sekolahnya. Kota Bogor menjadi kota paling duluan yang menerapkan green economy dari ujung ke ujung, dari hulu ke hilir,” katanya.

Pos terkait