Kedua, melakukan metode aksi. Metode aksi ini tidak selalu yang di lapangan jelek tapi tidak melulu yang di ruangan tidak efektif, Semua tergantung skala prioritas dan urgensi.
“Metode aksi ini menyesuaikan dengan situasi. Dialog itu utama, diskusi penting, brainstorming juga keren dan kalaupun harus beraksi, tidak asal, tidak ada yang dirusak dan dirugikan,” jelasnya.
Bima Arya menuturkan, pesan ketiga yakni independensi. Independensi ini tantangan pergerakan mahasiswa dari 1998, gerakan itu ditentukan dari derajat independensi. Semakin independensi, maka semakin mulia. Semakin bisa disetir atau semakin sarat dengan kepentingan, semakin kurang harganya.








