Bahkan, Ratna mengaku sampai tergila-gila dalam setiap langkah di 7 set penelitian lapang dan laboratorium untuk disertasi sehingga lupa waktu. “Sampai pada akhirnya di tengah perjalanan diingatkan Allah SWT untuk istirahat sejenak tumbang masuk rumah sakit,” ungkapnya.
Beruntungnya, menulis karya tulis ilmiah merupakan sebuah hobi yang membuat ketagihan. Ratna pun berhasil menyelesaikan riset disertasi berjudul, “Studi Fiksasi Karakter Kandungan Zinc Tinggi Pada Populasi Turunan Padi Biofortifikasi Serta Variabilitas Ekspresinya Pada Lahan Tadah Hujan”.
Karya tulis dan varietas padi Nutrizinc yang dinikmati orang adalah ladang amal ibadah dan penyemangat bagi Ratna.
Pencapaian selama studi di IPB tak lepas dari peran penting pembimbing, teman-teman dan keluarga. Ratna merasa sangat beruntung dibimbing Dr. Hajrial Aswidinnoor, Prof. Munif Ghulamahdi, Dr. Trikoesoemaningtyas, Dr. Willy Bayuardi Suwarno, dan Dr. Untung Susanto.
Prof. Fadjry Djufry yang merupakan Kepala BSIP turut hadir dan mempromosikan pada Sidang Promosi Doktor pada 27 Juli 2023. Acara ini juga dihadiri Dr. M. Thamrin selaku Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Padi.
Penelitian disertasi ini terbilang menarik dan menghasilkan 3 publikasi terbit yakni 1 Publikasi Q2 di Sabrao tentang asam fitat padi Zn tinggi, 1 publikasi Q3 di Biodiversitas tentang Keragaman Genetik dan Pola Akumulasi Zn pada beberapa organ padi, dan 1 Jurnal Sinta 2 di Jurnal AGRO tentang Zn pada beras berwarna.
“Terdapatnya pola akumulasi yang unik dan beda antar jenis/varietas padi dapat dijadikan dasar riset selanjutnya untuk riset biofortifikasi pendekatan secara agronomi,” tuturnya.








