“Jadi di galeri perpustakaan akan dibuat satu ‘lorong Covid-19’ yang nanti digambarkan semacam diorama saat Covid-19 pengumpulan dari semua faskes totalnya ada Rp 61.350.000,” katanya.
Terkait realisasi enam pilar transformasi kesehatan, Retno sapaan Kadinkes menyampaikan Dinkes Kota Bogor siap melakukan transformasi.
“Tema tahun ini lanjutan dari tahun lalu dan itu sudah kita jalani dan akan kita tingkatkan lagi. Untuk penguatan layanan primer kita prioritaskan utama pelayanan promotif dan preventif serta integrasikan semua layanan sampai ke jejaring di tingkat Puskesmas, Pustu sampai kepada peran kader,” katanya.
Selain itu, pendekatan pun dilakukan pada seluruh siklus hidup, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, batita, balita, remaja, usia produktif, lansia semua sasaran siklus hidup itu jadi sasaran prioritas.
“Pelayanan rujukan ini dilakukan di semua layanan untuk meningkatkan kualitas dan mutu sehingga mempermudah akses layanan ke rumah sakit. SDM juga kita menyiapkan SDM profesionalitas dan mendorong agar juga untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan hak-haknya,” katanya.
Selanjutnya, untuk pemberian layanan, saat ini layanan kesehatan di Kota Bogor sudah UHC mencapai 99,97 persen.








