Ia menjelaskan, peserta yang mau studi lanjut ke luar negeri harus lolos beberapa tes, yakni tes essay dan interview serta harus memiliki sertifikasi, seperti sertifikasi bahasa dan sertifikasi akademik internasional. Sertifikasi ini diperlukan sebagai standarisasi nilai akademik mengingat kurikulum Indonesia tidak diakui di luar negeri.
“Program bimbingan kami ini rentang waktunya bisa empat sampai sepuluh bulan. Untuk biaya bimbelnya itu per-paketnya mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 50 juta paket komplit. Nah, untuk kerja sama dengan pemerintah daerah itu, Pemda yang menganggarkan biaya bimbel ini, sementara kami yang mencari beasiswanya di kampus top dunia,” katanya. (*)








