Hal yang sama juga disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Yogyakarta, Kadri Renggono yang datang bersama tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah.
“Jadi kami ingin belajar lebih banyak di Kota Bogor yang menjadi juara tahun ini dan Surakarta juga dapat juara yang sama tahun sebelumnya. Semoga dari kota-kota ini menular ke Yogyakarta karena memang prinsip kami digitalisasi harus dipercepat, harus diperluas karena ketika kita sudah mengimplementasikan digitalisasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah, maka aspek transparansi dan akuntabilitas pasti terpenuhi, karena semua sudah tercatat dan diketahui siapa yang bertransaksi, apa yang ditransaksikan, besarnya dan waktunya kapan,” katanya.
Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah menyampaikan bahwa setiap kota pasti menginginkan Smart City menjadi identitas termasuk identitas Kota Bogor yang juga menjadi Smart City.
Karena digitalisasi membawa efektifitas, akuntabilitas dan efisiensi serta menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Sehingga Kota Bogor tidak hanya sekedar membangun pemerintah yang elektronik, tapi juga kita harus mampu menciptakan community, masyarakat yang smart ekonominya, smart lingkungannya, smart kesehatannya dan itu pekerjaan besar kita,” ujarnya.
Salah satu yang dilakukan Kota Bogor adalah memperluas digitalisasi sistem pembayaran dimanapun dan apapun seperti pembayaran pajak, retribusi, Qris di pasar pasar tradisional, pasar modern, rumah makan, pengelolaan parkir, pembayaran KIR di Dinas Perhubungan, perpanjangan trayek angkutan, emoney pembayaran Biskita, tera ulang pada DinKUKM dagin dan sebagainya.








