Peserta kembali diajak berjalan sampai di depan Gereja Katedral Budi Mulya. Ia menerangkan, Gereja Katedral ini awalnya merupakan panti asuhan bagi anak-anak campuran Belanda – Indonesia. Pada 1904 panti asuhan ini berubah menjadi Gereja Katedral.
Perjalanan pun berlanjut sampai di area perbankan Jalan Ir. H. Juanda. Area perbankan ini dulunya merupakan gedung perkumpulan society orang-orang Eropa, sementara orang pribumi tidak diperbolehkan masuk.
“Titik terakhir di Balai Kota yang sejak dulu memang merupakan kantor pemerintah,” katanya. (*)








